10 Juli 2011 § Tinggalkan komentar

Pagi tadi kita bertemu, secara kebetulan…

sepertinya sudah banyak sekali kebetulan di kamu dan saya, berturut-turut…

masih ingat beberapa tahun yang lalu? ya, masih di dalam kebetulan…

mondar-mandir memandang saya, kamu pikir itu biasa?

 

apa kamu masih ingat, saat saya duduk dan kamu menaiki tangga fakultas.

apa kamu masih ingat, saat kamu duduk dan saya menaiki tangga fakultas.

masih dengan kebetulan dan pandangan kita yang sama,

datar…

 

lalu pagi tadi…

kamu dengan sepeda merahmu…

memandang saya, kemudian berhenti tepat di depan dimana saya duduk bicara.

melepaskan kacamata minus-mu, lalu memakainya lagi dan pergi.

kamu pikir masih biasa? …

 

sampai kapan kita mengoleksi kebetulan ini?

kamu memandang saya dan saya memandang kamu.

kenapa?

kamu pikir masih biasa?

saya pikir kamu bisu…

Iklan

proses

6 Mei 2011 § Tinggalkan komentar

seperti biasa, saya bambang sekali malam ini. seperti dilema, tapi kurang tepat maknanya. hmm, apa ya.. sebentar/ saya itu maunya apa-apa cepet, nggak mau usaha.. pengennya cepet mulu-cepet mulu. dibilang egois si nggak, tapi yaa.. kebiasaan. sering ngerepotin temen, suka salah, sok pinter, ngomong plas-plos-plas-plos, kebawak emosi, banyak omongnya-banyak mikirnya-banyak menye-nya. pengen kerjaan cepet selesai, padahal usaha baru dikit, dikit dan saya ngerasa minus banget minggu ini.
lagi pengen upload foto banyak-banyak disini, dan ternyata ribet loh!! 😀
/iya, saya bimbanglah pokoknya. bagusnya gimana, maunya gimana.. mau di diemin terus, apa dihajar.  kalo kayak gini, nggak bakal selesai-selesai kerjaan dan nggak bakal nikah-nikah, hubungannya?!!@.@
sudah agh, bulan depan saya mau ulang tahun. “nggak nanya dan masih lama”, iya-iya, cuma ngingetin takut lupa. 😀 saya bener-bener ngnikmatin masa-masa peralihan..
egh, ini yang ulang tahun yang mana!! saya jadi herman :p

belajar menulis heboh

27 April 2011 Komentar Dinonaktifkan pada belajar menulis heboh

Tiba-tiba saya terjatuh dari ketinggian. cklik, nyaris tidak terdengar.
Mungkin ini terlalu tinggi untuk saya terjatuh, terlalu tinggi untuk saya yang tidak pernah terjatuh, terlalu tinggi untuk wanita lemah seperti saya. Saya benar-benar tidak terbiasa seperti ini, seperti ada yang luka,
seperti sakit sekali, 
seperti sakit sekali, 
seperti sakit-sakit sekali, 
dan  saya tidak paham dimana.

Sekejap terlihat lelaki tersenyum mendekat. Seperti ingin menolong saya yang menangis terluka. Pandangan matanya yang nyaman,
seperti tidak ada jahat sama sekali,
seperti tidak ada munafik sama sekali,
seperti tidak ada egois sama sekali.

semakin ia mendekat,
semakin nyaman
dan semakin ini sebentar sekali.

Saya terbangun,
mengerti ini hanya mimpi, hanya mimpi tapi luka terjatuh masih terasa, masih terasa bahkan semakin sakit dan parah

ketika nanti kamu datang, menyamankan dan luka hilang ^^

dear roja ^^

24 April 2011 § Tinggalkan komentar



Senantiasa tersenyum. karena semua ini… 
begitu ber-arti.

I hope all your dreams will come true roja
love you ^^

Mahasiswa dan Kebebasannya

22 April 2011 § 12 Komentar

Mengenai kebebasan, kebebasan dimana mereka berhak mengatakan apapun yang mereka suka, mereka rasa, mereka pikir, dan mereka anggap sebagai bentuk aspirasi murni mereka, Mahasiswa!!

Mahasiswa telah mendapat kebebasan tanpa kekangan. Mempunyai hak mengutarakan pikiran-pendapat-perasaan, berekspresi dan berkumpul secara damai. Mahasiswa mampu menantang ide-ide penguasa dengan bukti, bukti bahwa apa yang telah mereka katakan itu benar, dengan menelusuri permasalahan sampai ke akar-akarnya. Dengan sifat intelektualitas dalam berpikir, merdeka, serta berani menyatakan kebenaran apa adanya, dengan cara mereka sendiri. Namun sikap kritis mahasiswa ini sering kali membuat para pemimpin yang tidak berkompeten itu menjadi gerah dan cemas. Para penguasa beserta kolega-koleganya yang hanya mendahulukan kepentingan besar ketimbang kepentingan rakyatnya, jauh dari peduli terhadap realitas kesulitan dan problematika rakyat. Dan permasalahan ini tidak terlepas dari tanggung jawab saya, anda, kita dan mereka, Mahasiswa!!

Para mahasiswa merupakan komunitas elite yang patut diperhitungkan. Tidak hanya faham teknologi atau ilmu-ilmu social lainnya, namun disini mahasiswa sebagai orang yang memiliki kemampuan logis dalam berfikir, membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mahasiswa masih belum terkotori oleh kepentingan pribadi dan beban posisi. Mahasiswa masih bebas menempatkan diri pada tempat yang mereka anggap terbaik, dengan kenetralan, idealisme dan independennya yang hanya memihak kepada kebenaran.

Mahasiswa sebagai tonggak perubahan bangsa, sebagai seorang pembelajar, bagian masyarakat dan panutan yang berlandaskan dengan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, dan pola berfikirnya, sehingga mahasiswa memiliki peran yang komleks dan menyeluruh. Bahu-membahu menghadapi permasalahan globalisasii. Ide dan pemikiran cerdas mereka yang dapat merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama.

Terlepas dari hak kebebasannya, ternyata masih banyak mahasiswa yang tidak dapat bersikap seperti apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini. mereka kurang mengontrol diri sendiri, dengan mengartikan kebebasan secara menyimpang. Termasuk sikap hedonis dan materialis, perilaku yang tidak lagi mencerminkan sosok pelajar yang maha, seperti; hura-hura, narkoba, dan freesex yang merajarela. Selain itu ada lagi demo mahasiswa yang dilakukan dengan cara hewani sekali, mereka yang lebih menggunakan otot ketimbang otak. Sifat kritis, demokratis berubah menjadi sadis. Ini cendrung karena emosi dan pembahasan konsep yang tidak matang, sehingga memandulkan pemikiran mereka yang wajar. Sangat berbeda dengan kedudukan mahasiswa sebagai orang yang terpelajar dan intelektual terdidik. Mahasiswa seharusnya menyadari posisi strategisnya, berupaya untuk mewujudkan hal tersebut ke dalam sebuah tindakan-tindakan yang rasional dan dewasa. Tapi untungnya tidak semua mahasiswa berperilaku seperti itu. Saya, anda, kita, kalian tidak seperti itu, bukan!!

Selama ini mahasiswa melakukan aksi-aksi turun ke jalan dalam mengkritisi dan teriakan-teriakan penuh propaganda idealisme dan revolusi. Sifat mereka yang kritis, vokal dan pintar. Namun, persoalan tidak terpecahkan sampai disitu saja. Mahasiswa dan kebebasannya, tidak hanya disini saja, melelahkan!! Masih ada alat yang mampu menuangkan kebebasan mahasiswa, tanpa lelah, tanpa berteriak. Media, dimana media sebagai Aparatus Negara yang mampu menjalankan fungsinya secara halus, dengan menanamkan ideology-ideologi dalam kehidupan masyarakat kedalamnya, seperti pendidikan, keluarga, hukum, politik, komunikasi, bahkan kebudayaan. Hal ini akan lebih mudah untuk diterima oleh masyarakat dan ini waktunya mahasiswa berperan dalam kebebasannya beropini. Mahasiswa mempunyai peluang besar dalam menanamkan ideologi-ideologi baru mereka kepada media, melihat syarat pelaku penyebaran opini perlu memiliki kredibilitas moral dan kredibilitas intelektual, bukannya ini sudah dimiliki semua oleh mahasiswa? Jadi apa susahnya!!

Mahasiswa sebagai calon pemimpin, orang tua dan masa depan bangsa, tidak terlepas dengan pemikirannya bahwa Pentingnya menghormati hak-hak orang lain untuk berbicara dan memiliki pendapat yang berbeda. Dan disini mahasiswa bukan sebagai pengamat, melainkan sebagai pengubah bangsa, penghapus semua ketidakadilan, pembodohan besar-besaran, penindasan terhadap hak-hak rakyat dan korupsi yang kian menjadi profesi. Dimana rakyat yang tolol semakin tolol, yang miskin semakin miskin, yang ini semua tidak jauh-jauh dari Kegenitan Penguasa. Semoga mahasiswa mampu berperan sebagai koreksi kontrol perbaikan kualitas hidup bangsa, menuju rakyat yang adil, makmur, dan sejahtera. Mulailah dari hal kecil yang berdampak besar. Dan bersiaplah untuk menantang diri sendiri, Mahasiswa!!

Ditulis sebagai bahan lomba Confess Blog Competition by STAN

pakai jibab santun

12 April 2011 § 48 Komentar

Baiklah wordpressS sekalian, malam ini untuk pertama kalinya saya datang membawa manfaat. mungkin kemaren-kemaren saya yang nulis g ada gunanya, dan tolong jangan banyak cakap lagi.. langsung saja kita ucapkan alhamdulillah untuk saya. Terimakasih… 😆 😆 😆

sesuai dengan judulnya ini ~> Pakai Jibab Santun. nah disini saya akan kasih trix yang baik untuk kita pakai jibab santun, yang saya inspirasikan sendiri dari hana tajima simpson. oke, check it out :

  • pertama tama, kita mandi dulu dan pakai baju. sudah wangi!! oke, lanjYuuuuut….  ;D


  • abis tu siapin innernya ya. disini saya pakek inner warna hitam, soalnya kalo saya pakek warna transparant takut nanti  g keliatan *bercanda ;D
  • perhatiin gambar yang nomer (tapi tolong jangan perhatiin modelnya, dia bahaya). jibab yang saya pakai sebelum pakai inner, itu sebenernya cuma untuk nutupin ramput dan leher saja. jadi g usah ikut-ikutan pakai ya.
  • kalo sudah pakai inner sampai rapih kayak nomer 6, kita lanjut kebawah..

  • siapin pashminanya. Disini saya pakai pashmina warna hijau dan langsung saja kenakan pashmina ke kepala bagian atas 😆 😆 😆
  • lalu atur pashmina, sampai bagian sebelah kanan lebih pendek dari sebelah kiri.
  • kemudian, satu kan bagian kanan dan kiri pashmina, seperti gambar nomer 5. gunaan pin kecil untuk menyatukannya. oke, jika sudah.. kita pelan-pelan turun kebawah lagi ;D
  • gunaan paku jibab kecil untuk merekatkan pashmina bagian kanan. lakukan seperti pada gambar nomer 1. 
  • kemudian rekatkan kembali sisa ujung pashmina kebagian kiri, seperti pada gambar nomer 2. 
  • pastikan, jibab sudah menutupi leher. seperti pada gambar nomer 3. 
  • dan terakhir, lilitkan pashmina bagian kiri dengan arah melingkar kedepan lalu kebelakang, hingga kembali ke bagian kiri lagi.
  • oke, selesai dan hasilnya… ???

taraaaaa, ujung-ujungnya saya harus melakukan hal narsis-memalukan lagi teman-teman. terimakasih sudah ngikutin tutorial saya yang pertama, mungkin masih kurang sempurna dan nanti-nanti, saya bakal kasih yang lebih baik lagi, oke!! agh, sepertinya senyum saya kelewatan.

semoga semua yang bermanfaat bisa menjadikan kita menjadi wanita cantik lahir dan batin. amiin ^^

t e a r s

24 Maret 2011 § Tinggalkan komentar

ini kedua untuk saya menulis tersulit, menulis apa yang saya rasa-baca dihati. sesuatu yang kali ini benar-benar saya paham namun singkat, sesuatu yang biasa tapi bukan sepele seperti biasa, sesuatu yang buat saya sedih, suatu tangisan yang mungkin menjadikan saya terlihat cengeng dimata setan.

beginilah saya, sedikit elegan dengan senyuman canggih saya. menutupi apa yang saya rasa; kesulitan, ketakutan, tangisan, dan sekali lagi ini bukan masalah cinta, putus cinta, atau model perkara norak lainnya. 

entahlah, saya hanya tidak suka melihat saya membenci orang yang membenci saya dan saya juga tidak suka melihat saya jahat pada orang yang jahat pada saya. saya tidak ingin terlihat busuk sekali, itu saja. 

Dan mengenai tingkah busuk kalian, kalian wanita. saya sih peduli setan.

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with palembang at Orangekusuka.