helloww afternoon!!

8 Maret 2013 § Tinggalkan komentar

IMG_3942

IMG_3882

IMG_3971

IMG_3873

DSC_0581  DSC_0477

DSC_0408

DSC_0346

DSC_0218

DSC_0191

DSC_0195

DSC_0121

DSC_0115

DSC_0087

DSC_0057 DSC_0010

DSC_0009

DSC_0575

Iklan

outbound

27 Oktober 2012 § Tinggalkan komentar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

cerita sekilas;fiction

21 September 2012 § Tinggalkan komentar

Senja Kota

Hampir setengah tahun kita pacaran. Agh, terlalu jijik dengan kata pacaran. Ralat, saya lebih suka bilang kita berteman namun kita berpegangan tangan.. sedikit berbeda dengan pertemanan yang lainnya, hsssst.. kita cukup mesrah bukan!.

Kamu masih ingat, sore-sore memaksa saya berkeliling trotoar.. Kamu bilang senja kota lebih indah dan tidak cengeng. Kita lingkari trotoar taman, sengaja mencabuti helai-helai rumput pagar hingga tukang sapu taman lelah.. kamu sintTTing, tapi saya suka.

“ini hampir gelap, sampai kapan kita menunggu senja?”

Hampir seluruh pertanyaan saya yang kamu jawab datar dengan senyuman. Sudah lima kali kita memutari  trotoar. Entah kenapa tidak ada lelah dari saya, mungkin karna energy yang kamu salurkan melalui jari-jari tangan.

“hsssst! jangan berisik, senja kota sudah datang.”

***

Sudah satu tahun kita pacaran. Agh saya lupa, terlalu jijik dengan kata pacaran. Kamu bilang kita jangan berlebihan!! Tapi kita berpegangan tangan. Kamu benar-benar tidak romantis, bahkan kamu tidak pernah membahas cinta diantara kita. Haiz, sudahlah.. saya sudah cukup puas dengan siulan-siulan-mu, nada-nadanya  selalu ber-irama membentuk lingkaran cinta.

***

Saya bergegas membuka jendela, udara pagi begitu menyengat. Tapi kamu tidak juga datang, kamu janji kan, kamu akan pulang cepat. Sudah satu tahun kita tidak berpegangan tangan. Apa kamu sudah muak dengan saya? Apa kamu sudah lupa dengan senja kota?

*new message 16:49 ; “aku tunggu kamu di senja kota!! cinta  ”

Saya berlari bahagia mengejar senja, melewati taman, melalui trotoar dan  helaian rumput pagar. Sepertinya kamu belum tahu bila saya lelah, saya benci lari, saya benci senja.

“maaf, apa saya terlambat?”

“hsssst! jangan berisik, senja kota sudah datang.”

Kita begitu menikmati senja, bahkan kamu tidak tahu akan saya lelah. Kamu masih seperti biasa dengan senyuman yang begitu datar, bersiul-siul membentuk irama lingkaran cinta. Haiz, kamu masih saja mencabuti helai-helai rumput pagar hingga tukang sapu taman lelah.. kamu sengaja kan? kamu bilang senja kota hanya untuk kita.. tukang sapu mana boleh menikmati senja.

“apa senja kota pernah lelah?”

“tidak, ia tidak cengeng”

saya cengeng, bahkan saya lelah, bahkan kamu tidak peduli.

***

Sudah satu minggu kita menikmati senja, tentu saja bersama. Kamu bilang tahun ini akan sibuk sekali, mungkin hanya akan menelpon sesekali, saat kamu merindukan senja. Saya sangat paham, perjuangan mendapatkan kursi mahasiswa disana memang tidak mudah dan saya senang bila nanti kamu berhasil dengan segala pengorbanan.

“do you trust me?”

Iya, iya… Saya percaya kamu, bahkan sangat mengerti kamu, walaupun saya masih berharap suatu saat nanti kita bisa saling mengerti!!

***

Sepertinya kamu sibuk sekali, bahkan ketika saya lelah juga kamu tidak peduli. Sudah hampir satu tahun kamu disana, Entah… mungkin tahun ini kita tidak akan menikmati senja, tentu saja bersama. Bagi saya itu tidak masalah, kamu bilang senja kota tidak cengeng bukan!!. Kamu hanya menelpon sesekali saja, saat kamu merindukan senja. Senja!! Saya benci senja, bahkan kamu tidak peduli.

***

Hari ini saya diam-diam menemui senja, senja kota yang kamu bilang itu indah. Saya benar-benar iri pada-nya, bisa-bisanya kamu merindukan senja dan acuh kan saya. Apa bagusnya senja, ia rela meninggalkan siang demi malam.. senja egois, senja sadis.. saya benci senja.

***

Kamu tahu, sekarang tidak ada lagi yang menikmati senja, senja kota yang kamu bilang itu indah. Bahkan tukang sapu taman-pun sudah tidak ada. Kata orang sekitar, dia mati kelelahan menyapui helaian-helaian rumput pagar. Ini semua karna kamu, kamu sengaja kan? Kamu sama saja seperti senja, kamu egois, kamu sadis.

Taman menjadi kotor, helai-helai rumput pagar berterbangan mengelilingi trotoar. Mereka berpegangan tangan, bersiul-siul menikmati senja kota yang ‘cuiih’ katanya indah.

***

Tahun berlalu santai tanpa senja.. kamu janji kan pekan ini akan pulang!! Saya sudah menunggu kamu di taman, berharap kamu membawa satu tangkai mawar putih tanda cinta..

***

Saya temui kamu di taman.. sudah diduga- walau tanpa tanda cinta. Kamu hanya sibuk sekali menyapu halaman. Sepertinya kamu tidak ingin helai-helai rumput pagar menikmati senja kota. Kamu bilang senja kota hanya untuk kita.. rumput pagar mana boleh menikmati senja.

“apa yang kamu suka dari senja?”

“saya suka, ia tidak cengeng”

Saya cengeng, mungkin kamu tidak suka, mungkin saya hanya teman kencan di senja kota. ^^

project nbc klub palembang 2011*

orange-concept

11 Mei 2012 § 6 Komentar

Holla.. holla.. holla.. sepertinya tidur jam 10 malem dan bangun jam 4 pagi itu cuma sekedar teori hidup semata, ini jam 1 loh!! hahaha.. waktu itu cepet banget y, kemaren masih januari-ini sudah mei.. dan nanti jleb juni, jleb juli, jleb desember. g ad masalah sih, cuma herman kenapa tabungan saya g nambah-nambah y 😆 . iya, selepas kuliah ternyata kesadaran akan hemat itu luar biasa pemirsa, dan untuk meminta minta uang sama orang tua itu juga lumayan luar biasa g enaknya. celengan ikan yang dulu pernah temen saya kasih sebagai penghargaan kecantikan, sekarang benar-benar manfaat banget, yaa walupun kadang niat menggoreng celengan ikan itu g dipungkiri 😆 .

seperti biasa…

masih seperti biasa…

dan ini luar biasa 😆 . seneng bisa liat nenek sesumbrigah ini… kasihan,  nenek saya belum pernah berfoto semanis ABG…

satu, dua, tiga, jerawat… jerawat… jerawat. kalian tau!! kadang kala jerawat sangat membantu dalam perhitungan numerik 😆

red and yellow, then nice :)

23 April 2012 § Tinggalkan komentar

because red and yellow will be orange, yay.. 🙂

3 Januari 2012 § Tinggalkan komentar

Menanti dalam Pasti

14 Agustus 2011 § 40 Komentar

Masih begitu pagi.. Seperti biasa saya menunggu kamu disini. Pagi-pagi sekali sengaja  saya bergegas merapikan semuanya, membuka jendela, menggulung tirai, dan menyemprotkan wewangian, saya percaya kamu akan datang cepat. 

Masih hampir siang.. Waktu berdetik  semakin cepat, volume suaranya meninggi. Saya paham sekali ironi mereka, menertawakan halus, lembut, menyakitkan. oke, saya tidak akan marah bila kamu sedikit terlambat. Saya percaya kamu akan datang cepat, tuhan bilang kamu jodoh saya.

Masih sangat siang.. Saya abaikan hal-hal sekunder sementara. Mungkin kamu akan masuk dari pintu belakang, jendela dapur  atau ventilasi udara. Apa jangan-jangan kamu sembunyi di bufet lemari minimalis!! Kamu sengaja ya? Dari tadi saya cari kamu kemana-mana. kamu tega!!

Masih hampir sore.. Kamu tidak juga datang. Beberapa orang yang saya kira itu kamu, mengetuk pintu dan masuk, mereka mencoba membunuh saya tanpa pisau. Apa kamu tidak tahu, beberapa kali saya terluka tanpa darah dan nyaris mati. Saya janji tidak akan membuka ketukan pintu lagi. hsstt tenang!! kamu bisa masuk, pintu tidak saya kunci.

Masih sudah sore.. Lebih baik saya mandi, melipat selimut, menutup tirai dan sprai kasur hingga rapi. Saya sudah dandan dengan gaun putih setengah badan dan ramput terurai panjang. Semua ruangan terlihat putih, kecuali lipstik estee lauder merah yang saya kenakan ini. Saya yang mendesign semuanya, kamu pasti senang.. kita akan bermain sesekali disini.

Masih dengan malam.. Hey, mas.. bang.. sayang.. aghh, saya bingung harus panggil kamu apa, yang jelas ini sudah setengah malam. Apa harus saya cari kamu keluar? tapi ini hujan dan saya sudah dandan.. saya percaya kamu akan datang cepat, tuhan bilang saya harus sabar.

Saya terbangun.. Pasti ini pagi, saya sangat paham alur cerita ini. Saya berusaha menyesuaikan diri. Kaburr, jelas dan wangi.. satu tangkai mawar putih, tirai yang terikat tidak rapih, dan selimut putih yang masih kita main-mainkan disini. Semuanya putih, bahkan lipstik merah yang saya kenakan pun terkikis putih, saya tersenyum mengerti, kau juga pasti mengerti.

Pelangi pagi cepat sekali, setelah hujan malam berhenti ^^ 

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with orangekusuka at Orangekusuka.