Menanti dalam Pasti

Agustus 14th, 2011 § 40 Komentar

Masih begitu pagi.. Seperti biasa saya menunggu kamu disini. Pagi-pagi sekali sengaja  saya bergegas merapikan semuanya, membuka jendela, menggulung tirai, dan menyemprotkan wewangian, saya percaya kamu akan datang cepat. 

Masih hampir siang.. Waktu berdetik  semakin cepat, volume suaranya meninggi. Saya paham sekali ironi mereka, menertawakan halus, lembut, menyakitkan. oke, saya tidak akan marah bila kamu sedikit terlambat. Saya percaya kamu akan datang cepat, tuhan bilang kamu jodoh saya.

Masih sangat siang.. Saya abaikan hal-hal sekunder sementara. Mungkin kamu akan masuk dari pintu belakang, jendela dapur  atau ventilasi udara. Apa jangan-jangan kamu sembunyi di bufet lemari minimalis!! Kamu sengaja ya? Dari tadi saya cari kamu kemana-mana. kamu tega!!

Masih hampir sore.. Kamu tidak juga datang. Beberapa orang yang saya kira itu kamu, mengetuk pintu dan masuk, mereka mencoba membunuh saya tanpa pisau. Apa kamu tidak tahu, beberapa kali saya terluka tanpa darah dan nyaris mati. Saya janji tidak akan membuka ketukan pintu lagi. hsstt tenang!! kamu bisa masuk, pintu tidak saya kunci.

Masih sudah sore.. Lebih baik saya mandi, melipat selimut, menutup tirai dan sprai kasur hingga rapi. Saya sudah dandan dengan gaun putih setengah badan dan ramput terurai panjang. Semua ruangan terlihat putih, kecuali lipstik estee lauder merah yang saya kenakan ini. Saya yang mendesign semuanya, kamu pasti senang.. kita akan bermain sesekali disini.

Masih dengan malam.. Hey, mas.. bang.. sayang.. aghh, saya bingung harus panggil kamu apa, yang jelas ini sudah setengah malam. Apa harus saya cari kamu keluar? tapi ini hujan dan saya sudah dandan.. saya percaya kamu akan datang cepat, tuhan bilang saya harus sabar.

Saya terbangun.. Pasti ini pagi, saya sangat paham alur cerita ini. Saya berusaha menyesuaikan diri. Kaburr, jelas dan wangi.. satu tangkai mawar putih, tirai yang terikat tidak rapih, dan selimut putih yang masih kita main-mainkan disini. Semuanya putih, bahkan lipstik merah yang saya kenakan pun terkikis putih, saya tersenyum mengerti, kau juga pasti mengerti.

Pelangi pagi cepat sekali, setelah hujan malam berhenti ^^ 

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

§ 40 Responses to Menanti dalam Pasti

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Menanti dalam Pasti at Orangekusuka.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.